ANKARA, KOMPAS.com - Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan ingin memperluas pakta pertahanan antara Turkiye, Arab Saudi, dan Pakistan dengan mengajak lebih banyak negara bergabung.
Kesepakatan yang dikenal sebagai Mecca Joint Defence Agreement itu ditandatangani pada Jumat (7/8/2026) saat perang Amerika Serikat (AS) dan Iran masih berkecamuk.“Visi kami tidak terbatas pada tiga negara,” kata Erdogan dalam wawancara dengan surat kabar Al-Sharq Al-Awsat pada Rabu (12/8/2026), yang dikutip South China Morning Post.
Baca juga: Tiga Negara Mayoritas Muslim Bersatu, Resmikan Blok Militer Baru
Ia berharap pakta tersebut dapat berkembang hingga suatu saat seluruh negara di kawasan dapat berada di bawah payung kerja sama yang sama.
Kesepakatan Turkiye, Arab Saudi, dan Pakistan memiliki klausul yang menyerupai prinsip pertahanan kolektif pakta pertahanan Atlantik Utara (NATO). Klausul tersebut menyatakan bahwa serangan terhadap salah satu anggota akan dipandang sebagai serangan terhadap seluruh anggota.













