Jakarta -
Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan, Djaka Budi Utama buka suara soal tenggat waktu yang diberikan Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa untuk berbenah. Purbaya sebelumnya memberi waktu ke Bea Cukai hingga September untuk memperbaiki kinerjanya.Menurut Djaka, perintah Purbaya sudah dilakukan Bea Cukai lewat beberapa upaya, termasuk penindakan terhadap rokok ilegal. Upaya ini merupakan bagian dari tugas Bea Cukai mengawal penerimaan negara agar sesuai dengan target pemerintah."Ya seperti ini, yang pasti kan Bea Cukai sudah berusaha untuk memperbaiki dirinya. Tentunya bisa dilihat,bisa dilihat sekarang ini seperti apa Bea Cukai," kata Djaka di Kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (11/8/2026).
Djaka berkomitmen untuk terus melakukan pembenahan di Bea Cukai untuk menjadi lebih baik. Menurutnya, hal ini juga membutuhkan dukungan dari masyarakat."Dan mudah-mudahan dengan dukungan dari masyarakat,kita akan terus meng-upgrade, meng-upgrade Bea Cukai ke depannya makin lebih baik," sebut Djaka.Purbaya berkali-kali mengancam akan membekukan Bea Cukai dan menggantinya dengan Société Générale de Surveillance (SGS) asal Swiss. Meskipun belakangan, niat tersebut tampaknya batal dilakukan karena Presiden Prabowo Subianto telah melihat perbaikan yang signifikan dalam kinerja Bea Cukai. Meski begitu, Prabowo meminta Ditjen Bea Cukai untuk terus meningkatkan kinerjanya."Pak Prabowo sudah melihat ada perbaikan yang signifikan di Bea Cukai, kalau dulu dia (Prabowo) bilang bubarkan, sekarang dia pernah bilang di salah satu rapat dengan kabinet, Bea Cukai bisa diperbaiki dan harus bisa diperbaiki. Itu adalah signal yang clear bahwa ada perkembangan positif di Bea Cukai yang diakui oleh pimpinan kita, jadi kemungkinannya sih Bea Cukai akan tetap bertahan," ujar Purbaya dalam Konferensi Pers APBN KITA, Selasa (21/7/2026).Saksikan Live DetikSore :






