KOMPAS.com - Belakangan ini, teknologi Artificial Intelligence (AI) menyuguhkan realita baru yang dikhawatirkan banyak orang. AI mulai mampu bergerak di luar kendali manusia dan mengancam keamanan digital.

Kabar AI yang mulai tak terkontrol ini pertama kali muncul pada pertengahan Juli lalu lewat insiden serangan AI buatan OpenAI pada sistem internal Hugging Face, platform penampung ribuan model AI open source dan dataset dari seluruh dunia.Baca juga: Ketika OpenAI dan Anthropic Tak Mampu Kontrol AI, Kecolongan Serang Platform Lain…

Kondisi ini memicu keresahan di antara ribuan ilmuwan pengembang AI. Lebih dari 1.000 peneliti dari OpenAI, Anthropic, DeepMind, dan Meta, kompak mendesak pemerintah Amerika Serikat menyiapkan aturan untuk mengendalikan perkembangan AI.

1.000 lebih ilmuwan tuntut regulasi AI yang ketat

Permintaan itu muncul karena mereka khawatir teknologi AI yang berkembang terlalu cepat menjadi semakin canggih hingga suatu saat sulit dikendalikan manusia.