BRUSSEL, KOMPAS.com – Ketegangan geopolitik di kawasan Arktik mendorong Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) meningkatkan pengawasan di wilayah utara.
Di saat yang sama, langkah militer terbaru aliansi ini juga dinilai membawa sinyal khusus terkait dinamika politik dengan Amerika Serikat (AS).Langkah ini menyusul mencuatnya kembali ketegangan diplomatik setelah Presiden AS Donald Trump berulang kali menyampaikan keinginannya untuk mencaplok Greenland.
Baca juga: Trump Kembali Ngebet Beli Greenland, Abaikan Jalur Diplomasi dengan Denmark
Trump menyebut penguasaan AS atas wilayah tersebut sebagai sebuah kebutuhan historis dan strategis.
Pernyataan Trump tersebut mendapat penolakan tegas dari Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen, yang menegaskan kembali posisi kedaulatan atas wilayah otonomnya.






