RATUSAN warga Greenland melakukan unjuk rasa di luar Konsulat Amerika Serikat (AS) yang baru di ibu kota Nuuk beberapa waktu lalu.
Mereka mengkritik keras rencana Presiden AS, Donald Trump, yang berupaya untuk mendapatkan pengaruh yang lebih besar atas pulau tersebut.Aksi demonstrasi ini dilakukan bertepatan dengan akhir masa kunjungan Utusan Khusus Presiden AS untuk Greenland, Jeff Landry, dalam kunjungan pertamanya ke wilayah bagian semi-otonom dari Denmark tersebut.
Aksi AS yang mengirimkan utusan khusus dan melakukan pembangunan konsulat baru di Greenland ini menunjukkan betapa persistennya upaya AS untuk menguasai Greenland, sementara di sisi lain terjadi penolakan yang kuat dari warga Greenland atas upaya-upaya tersebut.
Ketegangan di Greenland juga memantik reaksi dari negara-negara lain.
Negara-negara Barat meningkatkan kehadiran militer mereka yang memicu respons keras Rusia yang mengancam akan melakukan tindakan balasan, bahkan tindakan militer secara serius.












