NUUK, KOMPAS.com - Pemerintah Greenland menegaskan bahwa Amerika Serikat masih mempertahankan ambisinya untuk menguasai wilayah Arktik tersebut meski sudah mendapat penolakan keras dari Greenland dan Denmark.

Sikap itu kembali terlihat setelah pertemuan pertama antara Perdana Menteri Greenland Jens-Frederik Nielsen dan utusan Presiden AS Donald Trump, Jeff Landry, pada Senin (18/5/2026).Nielsen menyebut pertemuan berlangsung konstruktif, namun menegaskan tidak ada tanda-tanda perubahan sikap dari Washington terkait Greenland.

Baca juga: Bapak-bapak Misterius Tawarkan Rp 3,5 M ke Warga Greenland untuk Gabung AS

Greenland tegaskan “tidak dijual”

ALESSANDRO RAMPAZZO Orang-orang mengibarkan bendera Greenland saat mereka berpartisipasi dalam demonstrasi yang mengumpulkan hampir sepertiga penduduk kota untuk memprotes rencana Presiden AS untuk mengambil alih Greenland, pada 17 Januari 2026 di Nuuk, Greenland. Presiden AS Donald Trump meningkatkan upayanya untuk mengakuisisi Greenland, mengancam beberapa negara Eropa dengan tarif hingga 25 persen sampai pembelian wilayah Denmark tersebut tercapai.