DHAKA, KOMPAS.com - Mantan Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina mengumumkan akan kembali ke negaranya pada Desember 2026 setelah sekitar dua tahun berada di pengasingan di India, meski menghadapi hukuman mati atas vonis kejahatan terhadap kemanusiaan.

Pengumuman itu disampaikan Hasina melalui sambungan video pada Rabu (5/8/2026) dalam acara yang digelar Foreign Correspondents' Club (FCC) of South Asia di New Delhi, India.Acara tersebut juga dihadiri putranya, Sajeeb Wazed Joy, serta sejumlah pemimpin Partai Awami League, termasuk mantan Menteri Pendidikan Mohibul Hasan Chowdhury Nowfel, sebagaimana dilaporkan Associated Press (AP).

Baca juga: Jet Tempur JF-17 Pakistan Mau Dibeli Bangladesh, India Waspada

"Saya mungkin ditahan, saya mungkin dipenjara. Namun ketakutan tidak bisa menentukan kewajiban saya kepada rakyat," kata Hasina.

Perempuan berusia 78 tahun itu mengatakan bahwa tanggal pasti kepulangannya belum diketahui, tetapi ia berharap dapat kembali pada Desember tahun ini.