Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia kompak menilai kualitas seseorang tidak ditentukan oleh nama besar kampus tempat menempuh pendidikan.Menurut keduanya, yang lebih menentukan adalah kemampuan, kerja keras, dan karakter masing-masing individu. Bahlil mengatakan, lulusan perguruan tinggi ternama tidak otomatis lebih layak dijadikan inspirasi dibandingkan mereka yang berasal dari kampus biasa."Karena tidak mutlak orang yang sekolahnya di kampus gede, lalu kemudian hanya mereka yang pantas untuk kita jadikan inspirasi. Karena bagi saya, kampus itu tidak menjamin kualitas seseorang," kata Bahlil usai peluncuran dan bedah buku 10 Karya Nyata untuk Negeri: Setengah Abad Bahlil Lahadalia.

Konteks pembicaraan Bahlil adalah saat membahas karya buku miliknya selama ia menjabat sebagai Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM serta Menteri ESDM. Bahlil lalu berpendapat yang menjamin kualitas seseorang adalah dirinya sendiri."Yang menjamin kualitas seseorang, itulah orang itu sendiri. Jadi, karya itu tergantung dari seberapa besar kemampuan orang, individu, untuk melakukan secara sungguh-sungguh dengan sesuatu yang baik, yang dampaknya untuk rakyat bangsa negara," jelas Bahlil.Pandangan PrabowoHal senada disampaikan Prabowo dalam acara peluncuran buku tersebut. Prabowo mengatakan kecerdasan tidak ditentukan oleh sekolah atau kampus tempat seseorang belajar. Menurutnya, hal tersebut telah berulang kali terbukti, termasuk dari perjalanan karier Bahlil."Kecerdasan itu bukan dari sekolah, menurut saya, kecerdasan bukan dari sekolah, dan ini sudah kita buktikan berkali-kali. Hari ini, sekarang kita buktikan lagi, Pak Bahlil," sebut Prabowo.Prabowo sempat menyinggung kampus Bahlil yang menurutnya tidak tertera di Google. Bahlil sendiri diketahui menempuh jenjang S1 di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Port Mumbai, Jayapura."Saya kira sekolahnya tidak terlalu terkenal, Pak Bahlil. Kalau dicari di Google, kampusnya sudah tidak ada. Itu sudah kita buktikan di mana-mana. Tidak menjamin sekolahnya di mana," tegas Prabowo. .Prabowo kemudian berpendapat bahwa kecerdasan dipengaruhi oleh didikan orang tua, khususnya ibu. Karena itu, ia menilai ajaran agama yang menempatkan surga di telapak kaki ibu adalah sesuatu yang benar."Kecerdasan itu mungkin didapat dari jelas dari orang tua. Jadi memang bagaimanapun ajaran agama kita ya, bahwa sorga ada di telapak kaki ibu, saya kira itu benar," tutup Prabowo.