ADA jarak yang kerap tidak disadari antara niat baik dan hasil diplomatik. Jarak itu menjadi terang benderang dalam rentang waktu kurang dari sepekan pada awal Agustus 2026.
Pada 31 Juli, di hadapan pengurus Kamar Dagang dan Industri Indonesia di Istana Negara, Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung pernah memintanya berkunjung ke Korea Utara untuk membuka semacam ruang dialog.
Permintaan yang disampaikan saat kunjungan kenegaraan ke Seoul pada 1 April 2026. Prabowo menyatakan kesediaannya berangkat apabila diminta secara resmi.Namun pada 5 Agustus, Menteri Luar Negeri Korea Selatan Cho Hyun menyampaikan dalam konferensi pers bahwa Pyongyang menolak tawaran mediasi Indonesia tersebut.
Cho menambahkan, secara realistis memulai kembali dialog dengan Korea Utara memang bukan perkara mudah.
Sehari berselang, Korea Utara meluncurkan rudal balistik jarak pendek dari kawasan pesisir timur Wonsan, yang merupakan uji senjata pertama sejak akhir Juni, dan berlangsung hanya beberapa hari sebelum latihan militer tahunan Amerika Serikat dan Korea Selatan dimulai.







