WASHINGTON DC, KOMPAS.com – Perang Iran yang kini memasuki bulan keenam kian mempersempit ruang gerak Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Rentetan ancaman dan langkah diplomasi yang mengemuka pekan ini justru mempertegas posisi Trump yang kian tersudut.Eskalasi konflik ini membawa risiko politik besar bagi Trump menjelang pemilu sela pada November mendatang, sebagaimana dilansir Reuters, Rabu (6/8/2026).

Baca juga: AS Siap Kerahkan Militer hingga Ekonomi Untuk Akhiri Perang Iran

Seorang pejabat Gedung Putih yang enggan disebutkan namanya mengakui bahwa jajaran pejabat pemerintah semakin dapat menerima kenyataan bahwa konflik kemungkinan besar masih akan berlangsung saat pemilu sela digelar.

Kondisi ini menjadi ancaman politik serius bagi Trump di saat Partai Republik berjuang mempertahankan kontrol di Kongres AS.