TEHERAN, KOMPAS.com - Iran memberikan peringatan keras kepada negara-negara Teluk bahwa setiap serangan baru dari Amerika Serikat (AS) ke wilayahnya, maka Teheran tak segan membalas dengan menyerang infrastruktur energi vital di seluruh kawasan.

Gertakan ini pun dilaporkan menyulut pergerakan diplomasi tingkat tinggi, sebagaimana dilansir Reuters, Rabu (5/8/2026).Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS) bahkan langsung berkomunikasi dengan Presiden AS Donald Trump untuk mendesak penundaan aksi militer.

Trump sendiri pada 2 Agustus menyatakan setuju membatalkan rencana serangan terhadap Iran dengan syarat dapat segera mencapai kesepakatan.

Baca juga: Presiden Iran Akui Komunikasi dengan Mojtaba Khamenei Sangat Sulit

Gerak cepat diplomasi Iran