TEHERAN, KOMPAS.com - Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengakui bahwa komunikasi dengan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Mojtaba Khamenei terasa sangat sulit saat ini.

Meski begitu, Pezeshkian menegaskan bahwa keberadaan Mojtaba tetap menjadi fondasi penting bagi stabilitas Teheran di tengah krisis.

"Sangat sulit untuk berkomunikasi dengannya saat ini, tetapi bagaimanapun, kehadirannya merupakan sumber kekuatan yang sangat besar bagi kami sehingga kami dapat terus maju," ujar Pezeshkian dalam wawancara yang disiarkan televisi Pemerintah Iran, untuk menandai peringatan dua tahun pelantikannya, Rabu (5/8/2026). dikutip dari Arab News.Baca juga: Presiden Iran Disebut 28 Kali Ajukan Resign, Mojtaba Khamenei Beri Peringatan

Sementara itu, dilansir dari Anadolu, Pezeshkian menilai situasi yang dihadapi negaranya saat ini sebagai periode paling sulit sejak Revolusi 1979.

Musuh-musuh Iran terus meningkatkan tekanan melalui sanksi dan konfrontasi militer demi memicu ketidakpuasan publik serta mendorong gelombang protes.