Penulis: Cathrin Schaer/DW Indonesia
WASHINGTON, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyebut rencana perdamaian Gaza yang baru sebagai "terobosan bersejarah.”Namun sejauh ini, rencana damai yang baru diumumkan pekan lalu untuk mengakhiri pertempuran dan meredam krisis kemanusiaan, hanya berujung kebuntuan baru bagi pihak-pihak yang bertikai.Para ahli menyoroti beberapa perbedaan antara kesepakatan damai baru dengan tersebut dengan perjanjian-perjanjian yang telah ada sebelumnya.
Pertama, perjanjian ini jauh lebih rinci dan substansial. Kedua, pernyataan Trump menunjukkan bahwa ia mungkin bersedia mendesak Israel untuk menerima perjanjian damai tersebut.
Terakhir, setelah menentang gagasan tersebut selama bertahun-tahun, bulan ini, kelompok Hamas yang berbasis di Gaza telah setuju untuk melakukan perlucutan senjata.
Baca juga: Hamas Tak Senang dengan Komentar Dewan Perdamaian, Dinilai Condong ke Israel













