Washington DC -

Otoritas Penerbangan Federal Amerika Serikat (AS) atau FAA sedang menyelidiki insiden keamanan yang melibatkan sebuah helikopter militer yang membawa Presiden AS Donald Trump.Dalam insiden itu, seperti dilansir Reuters, Rabu (5/8/2026), helikopter kepresidenan AS atau Marine One mengudara dalam jarak terlalu dekat dengan sebuah pesawat komersial."FAA sedang menyelidiki insiden keselamatan yang melibatkan Marine One, namun kejadian itu tampaknya bukan situasi berbahaya di mana pesawat nyaris bertabrakan, dan pesawat-pesawat itu tampaknya tidak bergerak saling mendekat," kata FAA dalam pernyataannya pada Selasa (4/8).

Menurut dua sumber yang memahami insiden tersebut kepada Reuters, helikopter Marine One yang membawa Trump lepas landas dari Gedung Putih pada Selasa (4/8) sore, namun operator lalu lintas udara (ATC) tidak menghentikan penerbangan komersial di Bandara Nasional Ronald Reagan Washington yang terletak dekat di lokasi tersebut. Langkah itu diwajibkan berdasarkan kebijakan yang ditetapkan tahun lalu, menyusul insiden tabrakan fatal antara pesawat penumpang dan helikopter militer pada Januari 2025.Media terkemuka AS, Wall Street Journal (WSJ), menjadi yang pertama melaporkan insiden Marine One tersebut.Laporan menyebutkan bahwa helikopter Trump lepas landas dari Ellipse di dekat Gedung Putih sekitar pukul 14.33 waktu setempat, menuju ke Pangkalan Gabungan Andrews untuk perjalanan selanjutnya ke Los Angeles.Menurut seorang sumber kepada Reuters, sebuah pesawat komersial Envoy Air 3742, yang menggunakan jet regional E170 tujuan Pensacola, Florida, berangkat pada pukul 14.34 waktu setempat dan terlibat dalam insiden yang tampaknya merupakan pelanggaran jarak aman dengan Marine One.Envoy Air merupakan anak perusahaan maskapai American Airlines.