ADA substansi pembahasan menarik yang terjadi dalam pertemuan Presiden Prabowo dan Perdana Menteri Thailand, Anutin Charnvirakul, di Jakarta, selama dua hari terakhir, 3-4 Agustus 2026.

Di tengah pembahasan mengenai penguatan kerja sama strategis bilateral Indonesia-Thailand, kedua kepala pemerintahan tersebut masih menyempatkan diri untuk membahas isu Myanmar. Jika ditarik pada pertemuan-pertemuan ASEAN sebelumnya, isu Myanmar menjadi tema sentral yang tidak bisa dipinggirkan.

Suka tidak suka, sirkumstansi di Myanmar hari ini telah menjadi ancaman tersendiri bagi kohesivitas dan resiliensi kawasan.

Kekerasan oleh militer, demokratisasi tersumbat, kecamuk perang saudara, hingga eksodus rakyat Myanmar ke negara-negara sekitar menjadi momok dan problematika serius yang harus dicarikan jalan keluarnya secara bersama-sama.

Krisis di Myanmar sejatinya merupakan persoalan lama dan sudah mendarah daging.