PYONGYANG, KOMPAS.com - Korea Utara memperingatkan akan mengambil langkah militer tambahan sebagai respons atas penguatan kemampuan pertahanan Jepang.
Pyongyang menuding Tokyo tengah menghidupkan kembali ambisi sebagai negara penjahat perang melalui modernisasi militernya.Dalam pernyataan yang dipublikasikan Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) pada Rabu (5/8/2026), seperti dikutip The Japan Times, Kim Yo Jong, adik pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, menegaskan bahwa negaranya tidak akan tinggal diam melihat Jepang mempercepat transformasinya menjadi kekuatan militer.
Baca juga: Adik Kim Jong Un Semprot ASEAN, Ingatkan Asia Tenggara agar Tak Jadi Corong AS
"Negara penjahat perang Jepang yang memiliki kemampuan untuk melancarkan serangan pendahuluan merupakan ancaman serius yang menghancurkan perdamaian dan keamanan global," kata Kim, merujuk pada upaya Tokyo mengembangkan kemampuan serangan jarak jauh.
Ia juga memperingatkan bahwa Korea Utara akan membuat Jepang merasakan bahwa keamanannya berada dalam bahaya yang lebih besar akibat keserakahannya dan membuatnya menyesal.













