Washington DC -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan bahwa dirinya ingin memberikan kesempatan terakhir kepada Iran, sebelum melakukan apa yang disebutnya sebagai "pemenggalan". Trump pun kembali mengklaim negosiasi sedang "berlangsung", meskipun telah dibantah oleh Teheran.Saat berbicara kepada wartawan di Ruang Oval Gedung Putih pada Senin (3/8) waktu setempat, seperti dilansir Anadolu Agency, Selasa (4/8/2026), Trump kembali mengklaim bahwa Iran yang meminta dilanjutkannya negosiasi dengan AS."Iran tidak ingin diserang, dan mereka bilang ingin berdialog. Kami sedang berdialog atas permintaan Iran, yang didukung oleh Arab Saudi, UEA (Uni Emirat Arab), dan khususnya Qatar, serta pihak-pihak lain juga," kata Trump dalam pernyataannya.

"Ini kesempatan terakhir bagi mereka untuk menandatangani dokumen yang bagus," sebutnya. "Saya ingin memberikan kesempatan terakhir kepada mereka sebelum pemenggalan," ucap Presiden AS itu, tanpa menjelaskan lebih lanjut soal apa yang dimaksud dengan "pemenggalan" tersebut.Lebih lanjut, Trump kembali menegaskan bahwa negosiasi antara AS dan Iran "sedang berlangsung saat ini". Dia menambahkan bahwa Teheran memang suka menyangkal jika sedang terlibat dalam negosiasi dengan Washington."Ketika mereka berdialog, mereka tidak suka mengakuinya... Kita sedang berdialog, dan terkadang mereka menyangkalnya, padahal mereka menghabiskan waktu berjam-jam untuk berbicara satu sama lain," ujarnya.