SINGAPURA, KOMPAS.com - Grup musik trip-hop asal Inggris, Massive Attack, mengungkapkan bahwa para personelnya sempat ditahan, diisolasi, dan diperiksa secara terpisah oleh kepolisian Singapura.
Tindakan aparat "Negeri Singa" terjadi usai dua anggotanya membentangkan bendera Palestina saat tampil dalam konser di negara tersebut pada Rabu (29/7/2026).Kabar mengenai personel yang ditangkap tersebtu disampaikan pernyataan resmi yang diunggah di akun Instagram mereka pada Minggu (2/8/2026).
Baca juga: Band Asal Inggris Dilarang Tampil di Singapura Usai Kibarkan Bendera Palestina
Massive Attack mengaku terkejut dan kecewa atas penahanan serta pemeriksaan yang menimpa seluruh anggota band.
Tak hanya itu, kamar hotel beberapa personel juga digeledah dan paspor mereka disita sementara oleh pihak berwenang.










