MANILA, KOMPAS.com - Filipina tengah menjajaki kerja sama dengan Ukraina untuk mempelajari teknologi dan taktik penggunaan drone yang dikembangkan selama perang melawan Rusia.

Langkah itu diharapkan dapat memperkuat kemampuan pertahanan Manila di tengah ketegangan yang terus berlangsung di Laut China Selatan.Landasan kerja sama mulai dibangun pada Jumat (24/7/2026) ketika Wakil Kepala Kantor Presiden Ukraina Ihor Zhovkva menerima delegasi Filipina yang dipimpin Wakil Menteri Pertahanan Salvador Mison dalam kunjungan resmi pertamanya ke Kyiv.

Baca juga: Trump Berubah Pikiran, Kini Ragu Izinkan Ukraina Produksi Rudal Patriot

Inisiatif tersebut melanjutkan upaya yang telah dirintis sejak tahun lalu melalui usulan nota kesepahaman mengenai produksi bersama drone, pertukaran teknologi, dan kerja sama keamanan siber.

Pendiri lembaga kajian International Development and Security Cooperation yang berbasis di Manila, Chester Cabalza, mengatakan bahwa kerja sama di bidang teknologi anti-drone dapat meningkatkan daya tangkal Filipina. Ia juga mendorong Manila untuk memanfaatkan pengetahuan Ukraina dalam pengawasan menggunakan drone guna membantu mengamankan wilayah perairannya.