TOKYO, KOMPAS.com - Kementerian Keuangan Jepang (MOF) mengonfirmasi langkah intervensi pembelian yen secara terkoordinasi bersama Amerika Serikat (AS) pada Senin (3/8/2026).

Tindakan ini diambil demi menahan laju penurunan mata uang yen yang sempat merosot ke level terendah baru dalam kurun waktu 40 tahun terakhir.Pemerintah Jepang melancarkan aksi pasar ini guna menekan gejolak inflasi akibat tingginya harga barang impor yang kian membebani keuangan rumah tangga, serta memukul tingkat kepuasan publik terhadap Perdana Menteri Sanae Takaichi.

Otoritas kedua negara menegaskan, tidak akan ragu untuk mengambil tindakan intervensi lanjutan jika volatilitas pasar terus berlanjut.

Baca juga: Catatan Menkeu AS Bocor, Mau Borong Yen Jepang sampai Rp 180 T

Reaksi positif pasar