PADA Jumat, 31 Juli 2026, di Istana Negara, Presiden Prabowo Subianto memberikan taklimat di hadapan pengurus Kamar Dagang dan Industri Indonesia dari 38 provinsi.
Dalam paparan mengenai eskalasi konflik global, Presiden menyinggung kemungkinan perlombaan senjata nuklir di Timur Tengah.Ia menyebut adanya anggapan, "dikatakan bahwa Iran sudah punya senjata nuklir," lalu merunut kemungkinan Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, dan Mesir mengembangkan kemampuan serupa.
Persis setelah kalimat itu, mikrofon mati. Siaran langsung di kanal resmi Sekretariat Presiden terhenti dan berganti klip iklan.
Publik menghabiskan sisa akhir pekan membahas mikrofonnya. Perhatian itu wajar, sekaligus salah alamat.
Insiden teknis akan selesai dalam sehari. Kalimat yang telanjur keluar sebelum mikrofon mati punya masa hidup jauh lebih panjang, dan alamat penerimanya bukan hanya audiens di ruangan tersebut.










