KOMPAS.com - Eskalasi konflik dan perang Iran terus membara di kawasan Timur Tengah. Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) melancarkan serangan balasan ke sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di Kuwait, Yordania, dan Bahrain.
Langkah agresif ini diambil setelah pasukan militer AS membombardir sebuah bangunan permukiman di Pulau Qeshm, Iran, yang menewaskan pasangan suami istri beserta anak balita mereka.
Aksi saling balas serangan ini memicu kekhawatiran global atas melonjaknya krisis Timur Tengah dan potensi kelangkaan pasokan energi dunia.Baca juga: Mengenal Gunung Pickaxe, Situs Nuklir Bawah Tanah Iran yang Diancam Trump
Balasan IRGC dan korban sipil di Pulau Qeshm
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengonfirmasi bahwa serangan udara AS merusak sejumlah rumah warga di Pulau Qeshm. Insiden tersebut menewaskan seorang sopir taksi bernama Qeysar Jafari, istrinya Zahra Jafari, dan anak mereka yang baru berusia dua tahun.






