MOSKWA, KOMPAS.com - Pihak berwenang Rusia menahan seorang miliarder, beberapa eksekutif perusahaan, serta seorang pejabat pemerintah yang bertanggung jawab atas pengembangan drone.
Langkah hukum ini diambil dalam rangka penyelidikan kasus dugaan penipuan besar-besaran, sebagaimana dilansir Reuters.Berdasarkan laporan media Mash, para pejabat perusahaan Efko diduga menjalankan praktik manipulatif.
Baca juga: Rudal Rusia Diduga Masuk Wilayah Polandia, Ladang Warga Jadi Kawah 10 Meter
Mereka disinyalir membeli drone secara diam-diam dari China.
Lalu mereka mengeklaim serta memublikasikan perangkat tersebut sebagai produk hasil pengembangan mandiri milik perusahaan sendiri.











