YATSUSHIRO, KOMPAS.com - Jumlah korban tewas akibat gempa bumi bermagnitudo 7,1 yang mengguncang kawasan Jepang selatan telah meningkat menjadi sedikitnya 17 orang.

Di tengah duka mendalam, para korban selamat di Yatsushiro, Prefektur Kumamoto, kini menghadapi ancaman lain.Mereka berjuang menghadapi ancaman krisis air bersih dan ketiadaan aliran listrik di bawah sengatan cuaca panas musim panas yang ekstrem.

Baca juga: Cerita Korban Gempa Jepang yang Terkena Ledakan Dahsyat di Mal

Hingga Kamis (30/7/2026), dua hari pascagempa melanda, sebagian besar dari sekitar 58.000 rumah tangga di kota pelabuhan tersebut masih belum mendapatkan pasokan air bersih maupun listrik.

Pejabat Yatsushiro yang memimpin upaya penanggulangan bencana, Akio Matsushita, mengaku belum bisa memastikan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk memulihkan pipa-pipa air utama yang rusak parah.