Jakarta -

Gempa berkekuatan M 7,1 mengguncang Kumamoto, Pulau Kyushu, Jepang menyebabkan kerusakan infrastruktur hingga korban jiwa. Perdana Menteri (PM) Jepang Takaichi Sanae mengatakan jumlah korban kini bertambah menjadi 13 orang."Tiga belas orang telah meninggal," kata Perdana Menteri Sanae Takaichi sehari usai gempa, dilansir AFP dan media jepang NHK, Rabu (29/7/2026).Tim penyelamat masih berupaya mengevakuasi dan melakukan penyelamatan korban yang diduga terjebak reruntuhan. Selain korban jiwa, gempa tersebut juga mengakibatkan kerusakan di sejumlah bangunan, jalan, hingga menyebabkan kebakaran. Takaichi mengatakan para pejabat sedang memastikan apakah semua korban jiwa disebabkan oleh gempa.

"Kerusakan yang luas telah dikonfirmasi, termasuk korban jiwa, bangunan yang runtuh, kebakaran, dan kerusakan jalan," kata Takaichi kepada wartawan.Namun, para pejabat prefektur Kumamoto memberikan angka yang lebih rendah pada pukul 09.30 pada hari Rabu. Mereka melaporkan tiga orang meninggal dunia, lima orang mengalami henti jantung dan pernapasan, dan 31 lainnya terluka. Sementara itu, Badan Manajemen Kebakaran dan Bencana melaporkan korban tewas di pulau Kyushu termasuk dua wanita di mal dan tiga lainnya di tempat lain. Sedangkan tujuh orang mengalami luka parah.Gempa tersebut juga menyebabkan runtuhnya dinding dan langit-langit Mal di kota Kashima akibat ledakan gas, kata sumber pemerintah kepada kantor berita Kyodo."Ledakan terjadi setelah pelanggan dan staf dievakuasi," kata juru bicara operator mal Aeon kepada AFP.