JAKARTA, KOMPAS.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan sejumlah faktor yang mendorong investor asing masih melakukan aksi jual bersih (net sell) di pasar saham Indonesia sepanjang tahun ini. Menurut OJK, arus keluar modal tersebut lebih banyak dipengaruhi kondisi global dibandingkan fundamental pasar modal domestik.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi mengatakan, pergerakan dana asing dipengaruhi ketidakpastian geopolitik, arah kebijakan suku bunga global, serta perubahan preferensi investor terhadap aset di negara berkembang (emerging markets)."Pergerakan aliran dana asing merupakan bagian dari dinamika pasar keuangan global yang dipengaruhi berbagai faktor, seperti risiko geopolitik, arah kebijakan suku bunga global, serta preferensi investor terhadap aset di emerging markets. Karena itu, arus dana asing perlu dilihat dalam konteks global dan tidak semata-mata mencerminkan fundamental pasar modal Indonesia," ujar Hasan dalam keterangan resmi, Rabu (29/7/2026).

Baca juga: OJK Kebut Aturan Demutualisasi BEI, Ditargetkan Terbit September 2026

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dikutip melalui RTI menunjukkan investor asing masih membukukan aksi jual bersih sepanjang tahun berjalan.