Jakarta -

Pameran Chemical Indonesia 2026 dan INAGRITECH 2026 resmi digelar di JIExpo Kemayoran, Jakarta, pada 28-30 Juli 2026. Ajang ini menjadi wadah kolaborasi pelaku industri untuk mendorong hilirisasi, transformasi manufaktur, serta modernisasi sektor pertanian di Indonesia.Penyelenggaraan kedua pameran tersebut sejalan dengan upaya pemerintah memperkuat hilirisasi industri, meningkatkan nilai tambah sumber daya alam, serta memperkokoh ketahanan pangan nasional. Langkah itu diharapkan dapat menciptakan industri yang lebih produktif, inovatif, dan berdaya saing di pasar global.Industri kimia dinilai memiliki peran strategis sebagai pemasok bahan baku bagi berbagai sektor, mulai dari otomotif, elektronik, konstruksi, energi, makanan dan minuman, hingga farmasi. Sementara itu, sektor pertanian terus bertransformasi melalui pemanfaatan teknologi seperti Internet of Things (IoT), kecerdasan buatan (AI), drone, hingga precision farming guna meningkatkan efisiensi dan produktivitas.

GEM Indonesia selaku penyelenggara menghadirkan lebih dari 450 peserta pameran dengan target sekitar 35 ribu pengunjung profesional. Peserta berasal dari kalangan pelaku industri, manufaktur, distributor, importir, pemerintah, akademisi, hingga investor.Beragam inovasi ditampilkan dalam pameran tersebut, mulai dari bahan kimia industri, petrokimia, teknologi proses, peralatan laboratorium, specialty chemicals, mesin pertanian, sistem irigasi, smart farming, precision agriculture, teknologi rumah kaca, hingga solusi pengolahan pascapanen.Selain mempertemukan pelaku usaha melalui area pameran, Chemical Indonesia 2026 dan INAGRITECH 2026 juga menghadirkan seminar serta forum diskusi yang mengangkat berbagai isu penting seperti hilirisasi industri, transformasi digital manufaktur, sustainability, circular economy, green chemistry, ketahanan pangan, serta penerapan teknologi pertanian modern.Presiden Direktur GEM Indonesia Baki Lee mengatakan Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu pusat industri manufaktur dan agribisnis di kawasan."Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu pusat industri manufaktur dan agribisnis di kawasan. Untuk mewujudkannya, dibutuhkan inovasi, teknologi, dan kolaborasi yang mampu meningkatkan efisiensi, produktivitas, serta keberlanjutan. Chemical Indonesia dan INAGRITECH hadir sebagai platform yang mempercepat terciptanya ekosistem tersebut," ujar Baki Lee dalam keterangan tertulis, Rabu (29/7/2026).Melalui penyelenggaraan Chemical Indonesia 2026 dan INAGRITECH 2026, GEM Indonesia berharap dapat memperkuat kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, penyedia teknologi, asosiasi, akademisi, dan investor dalam mempercepat transformasi industri nasional. Pameran ini diharapkan menjadi platform strategis untuk memperluas jaringan bisnis, mendorong investasi, memperkenalkan inovasi terbaru, serta mendukung terwujudnya industri kimia dan sektor pertanian Indonesia yang lebih maju, efisien, dan berkelanjutan.