Jakarta - IP Expo Indonesia 2026 hadir dengan skala lebih besar menyusul kesuksesan penyelenggaraan perdananya di 2025. Penyelenggaraannya tahun ini dilaporkan tumbuh hingga 40% dibandingkan tahun sebelumnya.Acara ini sekaligus memperkuat posisinya sebagai platform utama yang mempertemukan pemilikIntellectual Property(IP), Brand, kreator, dan pelaku industri kreatif dalam satu ekosistem kolaboratif.Acara yang didukung oleh Djarum Foundation, BCA, iQIYI, Campus League, dan iForte ini menghadirkan 52Exhibitor Booths dari berbagai sektor yang dari olahraga (Sports), hiburan (Entertainment), Gaming, hingga media kreatif.
Menggabungkan dua kegiatan utama yakni pameran dan sesi konferensi, IP Expo Indonesia 2026 hadirkan pengalaman pengunjung yanginteraktif dan Immersive.Pada area pameran, pengunjung disuguhkan dengan karya-karya seniman lokal yang dipamerkan oleh RUS Animation, rumah produksi animasi Indonesia. Mereka hadirkan karya-karya spesial miliki anak-anak SMK yang dibina. Pengunjung juga berinteraksi langsung dengan beberapa karakter ikonik dari animasi Jepang seperti Kamen Rider Zeztz, Space Sheriff Gavan, dan B-Robo Kabutack.Sementara itu, sesi konferensi yang digelar melibatkan 40 pembicara global dan lokal dari perusahaan dan institusi ternama seperti Sanrio, Toei Animation, Sony Music Publishing Indonesia, Pelangi di Mars, dan Produksi Film Negara (PFN) dengan beragam topik menarik.Dengan skala acara yang lebih besar, diikuti antusiasme masyarakat yang meroket, Country CEO dentsu Indonesia, Elvira Jakub menegaskan bahwa saat ini IP menjadi salah satu elemen yang dibutuhkan untuk membangun pertumbuhan Brand dan memperkuat relevansi budaya untuk hadapi dinamika audiens.Dentsu, lanjutnya, hadir untuk membantu Brand menavigasi kompleksitas yang ada demi hasil bisnis nyata."Saat brand dan IP bertemu, kita tidak sekadar mengikuti tren. Kita sedang menciptakan gelombang pertumbuhan yang membawa brand menjadi relevan dan tak tergantikan. Di saat brand semakin mengandalkan budaya dan fandom untuk menonjol, IP Expo Indonesia 2026 hasil kemitraan kami dengan GDP Venture hadir sebagai titik temu krusial di mana IP bertransformasi dari aset menjadi keunggulan kompetitif," ucap Elvira dalam keterangan tertulis, Rabu (10/6/2026).VP Business Development GDP Venture, Eva Soputan menambahkan bahwa saat ini IP bukan hanya berfungsi sebagai aset, namun juga menjadi jembatan yang menghubungkan askep emosional antara brand dengan budaya serta audiens."IP Expo Indonesia hadir sebagai wadah yang menyatukan elemen-elemen tersebut sekaligus mendorong terciptanya ekosistem IP yang lebih terkoneksi dan kolaboratif di Indonesia," jelasnya.Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar yang juga hadir dalam IP Expo Indonesia 2026 menegaskan dalam sambutannya bahwa acara ini mampu memberikan nilai ekonomi untuk industri kreatif lokal dengan membuka jalan bagi kreator memasarkan karya, memperkuat posisi IP Indonesia di pasar global, serta membuka peluang kolaborasi lintas industri.Namun, tentunya dengan mengedepankan ekosistem IP yang inklusif, mendukung distribusi dan visibilitas kreator, serta mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif secara berkelanjutan.Respons Positif Perkembangan Industri IP di IndonesiaAnalis Hukum Ahli Madya Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Wahyu Pramanto menyampaikan dukungannya terhadap pertumbuhan ekonomi kreatif selagi menekankan pentingnya perlindungan kekayaan intelektual.Sementara Director Sony Music Publishing Indonesia Anti Ariandini menilai IP Expo Indonesia sebagai titik temu strategis untuk berbagai pihak. Ia juga menjelaskan kehadiran Sony Music Publishing Indonesia memanen respon positif dan membuka peluang Networking."Kehadiran Sony Music Publishing Indonesia mendapat respons positif serta membuka peluang networking baru dengan berbagai pelaku industri yang memiliki kebutuhan musik dalam menjalankan bisnis mereka. Hubungan,Networking, dan semangat kolaborasi semakin kuat dibanding tahun sebelumnya," ujar Anti.Kesuksesan IP Expo Indonesia 2026 yang digelar di Grand Ballroom Hotel Indonesia Kempinski Jakarta pada 7-8 Mei 2026 lalu memperkuat posisi Indonesia sebagai pasar yang memiliki potensi besar dalam industri IP dan ekonomi kreatif Asia Tenggara.Tonton juga video "Jelajahi Mini Zoo hingga Zona Reptil di Pet Adventure Expo 2026"









