HUBUNGAN Iran dan Perancis kembali memasuki babak penuh ketegangan.

Pada 27 Juli 2026, Kementerian Luar Negeri Iran secara resmi memanggil Duta Besar Perancis di Teheran sebagai bentuk protes atas aktivitas dua diplomat Perancis yang sebelumnya sempat ditahan aparat keamanan Iran.Pemerintah Iran menduga, kedua diplomat tersebut telah melakukan campur tangan terhadap urusan domestik dengan dalih membangun hubungan dengan masyarakat sipil.

Sebaliknya, Perancis mengecam tindakan Iran sebagai pelanggaran serius terhadap kekebalan diplomatik yang dijamin hukum internasional.

Peristiwa tersebut, jika ditelaah lebih jauh merupakan ketegangan bilateral dan refleksi dari memburuknya hubungan Iran dan Eropa dalam beberapa tahun terakhir.

Penahanan diplomat hanyalah gejala dari persoalan jauh lebih kompleks, yakni persaingan kepentingan geopolitik, sengketa mengenai program nuklir Iran, isu hak asasi manusia, hingga perebutan pengaruh di kawasan Timur Tengah.