Washington DC -

Seorang anggota DPR Amerika Serikat (AS) dari Partai Demokrat mengumumkan telah memulai penyelidikan terhadap Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA). Penyelidikan itu berkaitan dengan dugaan korupsi dan dugaan quid pro quo antara FIFA dengan pemerintahan Presiden AS Donald Trump.Quid pro quo merupakan istilah bahasa Latin yang secara harfiah berarti "sesuatu untuk sesuatu". Dalam konteks politik atau bisnis, istilah ini merujuk pada situasi di mana seseorang memberikan sesuatu dengan harapan menerima imbalan atau keuntungan sebanding, kadang-kadang dengan cara yang tidak etis atau ilegal.Penyelidikan terhadap FIFA tersebut, seperti dilansir Anadolu Agency, Selasa (28/702026), diumumkan oleh Jamie Raskin, seorang anggota DPR AS dari Partai Demokrat yang juga merupakan anggota senior dalam Komite Kehakiman DPR AS.

Dalam surat yang dikirimkan kepada Presiden FIFA Gianni Infantino pada Minggu (26/7) malam, Raskin menyatakan bahwa penyelidikan tersebut akan memeriksa "kampanye berkelanjutan" oleh FIFA untuk mendapatkan perlakuan istimewa dari Trump, termasuk penghentian kasus-kasus korupsi besar di AS yang melibatkan badan induk sepak bola dunia tersebut. "Praktik quid pro quo terbaru yang diatur oleh FIFA dan Presiden Trump bukanlah kejahatan tanpa korban," kata Raskin.Dia menduga bahwa FIFA memanfaatkan hubungan dekatnya dengan pemerintahan Trump untuk melakukan "praktik penetapan harga yang sangat tinggi secara ilegal dan taktik penjualan yang curang" terkait tiket pertandingan Piala Dunia.Menurut Raskin, penyelidikan tersebut akan memeriksa tata kelola FIFA di bawah kepemimpinan Infantino, termasuk dugaan bahwa organisasi itu melemahkan mekanisme pengawasan etika internal demi menjalin hubungan lebih erat dengan Trump.