KOMPAS.com - Dunia dikejutkan dengan penemuan bangkai pesawat Pan American (Pan Am) Douglas DC-4 bernama "Clipper Endeavor" di kedalaman sekitar 610 meter di lepas pantai Puerto Rico pada Juni 2026.

Bangkai pesawat tersebut berhasil dilacak oleh wahana bawah laut tanpa awak milik perusahaan survei laut Deep Sea Vision setelah tersembunyi selama puluhan tahun. Di satu sisi, temuan tersebut membuka kembali lembaran salah satu tragedi paling berdampak dalam sejarah penerbangan dunia.

Peristiwa nahas itu sendiri terjadi pada Jumat Agung, 11 April 1952, 74 tahun silam.

Tragedi tersebut juga mencatat kisah yang tragis: seluruh 69 orang di dalam pesawat sebenarnya berhasil selamat dalam pendaratan darurat di laut. Akan tetapi 52 di antaranya justru tewas dalam proses evakuasi.

Baca juga: Setelah 74 Tahun, Pesawat Pan Am yang Jatuh di Samudra Atlantik Ditemukan