BLITAR, KOMPAS.com – Belasan tahun lalu, gagasan mengubah sumber mata air Sumur Amber di Desa Kandangan, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar, menjadi objek wisata sempat memicu penolakan keras dari para petani.
Mereka khawatir pasokan air irigasi sawah akan terganggu jika mata air dimanfaatkan sebagai tempat wisata.
Kini, kekhawatiran itu berbalik menjadi cerita sukses. Wisata Pemandian Sumur Amber yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Podo Makmur tidak hanya tetap menjaga pasokan air irigasi, tetapi juga menjadi salah satu penggerak ekonomi desa.Baca juga: Sulap Tanah Bengkok Jadi Wisata, BUMDes di Mojokerto Bisa Raup Rp 1,6 Miliar Per Tahun
Direktur BUMDes Podo Makmur Andri Suprayoga mengatakan, keuntungan dari pengelolaan wisata tidak hanya disetor sebagai Pendapatan Asli Desa (PADes), tetapi juga dikembalikan kepada masyarakat melalui berbagai program sosial.
"Selain rutin menyetor ke PADes ke kas desa, kami juga memberi beragam bantuan ke masyarakat, termasuk peralatan pertanian berupa pompa air listrik ke kelompok tani," kata Andri kepada Kompas.com, Senin (27/7/2026).










