N'DJAMENA, KOMPAS.com - Pemerintah Chad pada Senin (27/7/2026) mengumumkan rencana untuk menarik diri dari Mahkamah Pidana Internasional (ICC).
Keputusan ini diambil karena menilai efektivitas lembaga peradilan global tersebut terbatas dan tidak merata, serta terlalu berfokus pada kawasan Afrika.
Langkah Chad ini menyusul keputusan serupa dari tiga negara Sahel di Afrika Barat—Burkina Faso, Mali, dan Niger—yang pada September 2025 lebih dulu mengumumkan penarikan diri bersama dari ICC.Baca juga: Venezuela Keluar dari ICC, Tuding Mahkamah Internasional Bersikap Bias
Kemudian pada Jumat (24/7/2026), Venezuela juga mengumumkan pengunduran diri dari ICC dengan menuduh adanya bias geografis di dalam pengadilan.
Juru Bicara Pemerintah Chad menyampaikan, langkah ini diambil setelah pihaknya melakukan peninjauan mendalam terhadap kinerja ICC, yang bertugas mengadili individu atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan.










