WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Pesawat Air Force One baru milik Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bakal dinonaktifkan sementara selama sekitar satu bulan pada musim gugur mendatang.
Gedung Putih mengonfirmasi bahwa jet mewah Boeing yang disumbangkan oleh Qatar tersebut harus menjalani peningkatan dan penyempurnaan tambahan.
Kabar ini mencuat sehari setelah Trump secara terbuka mengakui Air Force One terbarunya memerlukan lebih banyak fitur.Baca juga: Iran Ternyata Targetkan Air Force One Baru, Bikin Trump Ganti Pesawat
Belakangan, pesawat tersebut memang terus menyita perhatian publik terkait kesiapan sistem pertahanan yang dimilikinya.
Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, menegaskan bahwa armada anyar tersebut sebenarnya berada dalam kondisi aman, meski tetap memerlukan perbaikan berkala.








