WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menetapkan syarat baru dalam kesepakatan kerja sama nuklir sipil dengan Arab Saudi.

Trump menegaskan, perjanjian tersebut hanya akan disetujui apabila Riyadh bersedia menormalisasi hubungan diplomatik dengan Israel melalui Abraham Accords. Melalui unggahan di Truth Social pada Kamis (23/7/2026), sebagaimana dikutip The Wall Street Journal, Trump mengatakan, kesepakatan tersebut akan disetujui, tetapi sepenuhnya bergantung pada kesediaan Arab Saudi bergabung dengan Abraham Accords, perjanjian yang dimediasi AS untuk menormalisasi hubungan sejumlah negara Arab dengan Israel.

Baca juga: Trump Restui Arab Saudi Punya Nuklir Sipil, Buka Jalan Pengayaan Uranium

Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan, Trump telah berkali-kali menyampaikan syarat tersebut kepada para mitra AS di kawasan Teluk dan dunia Arab.

"Jika mereka tidak bergabung dengan Abraham Accords, maka kesepakatan itu batal," ujar Leavitt.