KUALA LUMPUR, KOMPAS.com - Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menegaskan tidak gentar menghadapi tekanan Amerika Serikat (AS) terkait kebijakan larangan masuk bagi warga Israel.

Anwar menyampaikan hal tersebut sebagai respons atas sejumlah anggota Kongres AS yang menuding Malaysia melanggar hukum internasional lantaran menerapkan kebijakan tersebut."Saya ingin menanggapi para anggota parlemen AS, setidaknya sebagian dari mereka, yang menyatakan secara tegas bahwa Malaysia telah melanggar hukum internasional dan tidak menghormati hak-hak bangsa lain," kata Anwar.

Baca juga: Israel Sengaja Dicadangkan dalam Serangan Terbaru AS ke Iran, Kenapa?

"Ini benar-benar tidak masuk akal. Sejauh yang kami ketahui, kebijakan ini telah diterapkan Malaysia selama puluhan tahun," lanjutnya, sebagaimana dilansir The Star, Kamis (23/7/2026).

Anwar menegaskan, kebijakan tersebut ditujukan kepada warga negara Israel, bukan kepada orang-orang beragama Yahudi.