PADA 17 Juli 2026, Kabinet Bayangan—Zaken Kabinet dari Rakyat resmi diluncurkan di Jakarta. Sebanyak 15 nama ditempatkan pada 15 pos kementerian sebagai respons atas melemahnya checks and balances ketika hampir seluruh kekuatan politik berada di sekitar pemerintahan Prabowo Subianto.

Para penggagasnya menyebut inisiatif ini sebagai “oposisi rakyat” yang dibentuk oleh akademisi, aktivis masyarakat sipil, dan warga negara untuk mengawasi pemerintah serta menawarkan kebijakan alternatif.

Formasinya mempertemukan sosok-sosok dengan rekam jejak kritis. Feri Amsari, Menteri Sekretaris Negara Bayangan, merupakan akademisi hukum tata negara yang menekuni isu konstitusi, pemilu, partai politik, kekuasaan kehakiman, dan tata kelola antikorupsi.Ia pernah memimpin Pusat Studi Konstitusi Universitas Andalas dan dikenal vokal mengkritik kemunduran demokrasi.

Yance Arizona, Menteri Hukum dan Kebijakan Negara Bayangan, sosok yang intens mengkaji hukum tata negara, masyarakat adat, serta ketimpangan penguasaan sumber daya alam.

Bhima Yudhistira dan Media Wahyudi Askar bergerak melalui CELIOS dalam isu keadilan fiskal, ketimpangan, ruang fiskal, utang, dan transisi energi, terutama sekali dalam kritik tajam terhadap makan bergizi gratis (MBG).