TEL AVIV, KOMPAS.com - Parlemen Israel (Knesset) ke-25 resmi dibubarkan pada Jumat (17/7/2026), menandai dimulainya kampanye penting menjelang pemilihan nasional pada 27 Oktober mendatang.
Pemilu kali ini dipandang sebagai referendum krusial bagi kelangsungan politik Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu, di tengah keterlibatannya dalam perang di Gaza, Lebanon, dan Iran.
Pembubaran ini menjadi tonggak sejarah langka bagi lanskap politik Israel. Untuk kali pertama sejak 1988, Knesset menyelesaikan masa jabatan penuh empat tahun yang diamanatkan secara hukum.Baca juga: Presiden Israel Blak-blakan Ingin Damai dengan Arab Saudi, Bawa-bawa Nama MBS
Selama ini, sistem politik Israel sangat fluktuatif sehingga membuat pemerintahan koalisi yang rapuh runtuh lebih awal dan memicu pemilu mendadak.
Langkah kontroversial Netanyahu












