DAEJEON, KOMPAS.com - Tim peneliti gabungan dari Korea Selatan (Korsel) dan Amerika Serikat (AS) berhasil mengembangkan teknologi robotik yang memungkinkan seseorang mengenakan pakaian tanpa menggunakan tangan maupun bantuan orang lain.
Teknologi ini digadang-gadang memiliki potensi penerapan luas, mulai dari ruang bersih pabrik chip hingga layanan darurat.Teknologi tersebut dikembangkan oleh para peneliti dari Korea Advanced Institute of Science and Technology (KAIST) di Korsel bersama Stanford University di AS.
Baca juga: Jepang Berencana Pakai Robot Humanoid untuk Jadi Petugas Bandara
Cara kerjanya memanfaatkan sulur lembut dan fleksibel yang ditanamkan pada pakaian dan digerakkan oleh tekanan udara.
Ketika diberi tekanan, sulur-sulur tersebut akan meluncur mendekati tubuh pemakainya, menyelimuti badan layaknya tanaman ivy yang merambat pada sebuah struktur.








