Jakarta - Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara dikabarkan akan menjadi salah satu sumber modal awal dari Lembaga Pengelola Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII).Chief Investment Officer (CIO) BPI Danantara, Pandu Sjahrir, mengatakan pihaknya masih menunggu kepastian dan arahan lebih jauh dari pemerintah, terutama Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Sebab sampai saat ini proses pembentukan PFII masih dalam tahap penyusunan aturan di DPR RI."Kami diminta sebagai salah satu yang mungkin harus ikut berpartisipasi. Tapi nantinya kita tunggu dulu dari pemerintah. Kalau bisa nanti mungkin dari sisi Kemenkeu nanti mungkin bisa memberi arahan," kata Pandu saat ditemui usai acara Waste to Energy Talks, Jakarta Pusat, Kamis (16/7/2026).
"Nanti kita lihat deh, karena saya juga harus lihat undang-undang," sambungnya saat dimintakan penegasan apakah Danantara akan menaruh dana awal untuk pengelola PFII.Di luar itu, Pandu mengatakan sejauh ini banyak mitra-mitra kerja Danantara di luar negeri yang sudah menyampaikan minat mereka untuk mencari kawasan pusat keuangan lain dari yang sudah ada.Tentu minat yang dimaksudkan salah satunya ada Indonesia yang saat ini masih menggodok aturan terkait PFII. Di mana sejauh ini kawasan pusat keuangan internasional tersebut akan dibangun di Bali."Pembicaraannya pasti ada untuk melihat bagaimana interest mereka. Saya rasa banyak mitra-mitra yang kami ajak bekerja sama itu memang tertarik untuk mencari financial center tempat lain. Belum bisa disebut, tapi banyak lah," jelasnya.Selain menyampaikan minat, menurutnya para calon investor ini juga menyampaikan berbagai masukan terkait pengembangan kawasan pusat keuangan internasional di Indonesia lebih menarik."Satu, memang sistem legal yang pasti dan berkelanjutan dan kalau bisa memang sama dengan financial center lain. Ya itu common law, dan itu penting," tegasnya."Kedua, tentu fiscal regime yang kompetitif Dan ketiga, tempat yang menarik Karena tempatnya juga harus menarik, orang ingin kunjungi Jadi ya tiga itu sih yang paling tidak feedback Dari banyak calon-calon mitra atau calon-calon investor," jelas Pandu lagi.











