Penulis: Nik Martin/DW Indonesia

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejak pandemi, Indonesia mencatat pertumbuhan ekonomi tahunan yang stabil di kisaran 5 persen. Lalu, Iran menutup Selat Hormuz.Sebagai ekonomi terbesar di Asia Tenggara yang masih sangat bergantung pada impor bahan bakar, meski memiliki cadangan minyak sendiri, dampaknya langsung terasa pada kas negara.

Biaya subsidi energi, yang sebelumnya dianggarkan sekitar sekitar Rp 396 triliun, melonjak tajam.

Baca juga: Media Asing Ramai Beritakan Kasus Jampidsus Febrie Adriansyah

Kantor berita Reuters melaporkan pada Maret bahwa para pembuat kebijakan membutuhkan tambahan dana sedikitnya Rp 108 triliun untuk menjaga stabilitas harga BBM.