AMSTERDAM, KOMPAS.com - Gelombang panas ekstrem yang melanda Belanda pada akhir Juni hingga awal Juli diduga menyebabkan lonjakan angka kematian di negara tersebut.
Otoritas kesehatan Belanda mencatat sebanyak 911 kematian berlebih selama periode 22 Juni hingga 5 Juli 2026, dengan mayoritas korban merupakan warga lanjut usia (lansia) berusia di atas 80 tahun.Lembaga Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Nasional Belanda (RIVM) menyatakan bahwa penyebab pasti setiap kematian belum dapat dipastikan. Namun, lembaga itu menilai sangat besar kemungkinan suhu ekstrem berperan dalam meningkatnya angka kematian tersebut.
Baca juga: China Ejek Eropa yang Dilanda Panas Ekstrem, Klaim Beijing Jadi Penyelamat Benua Biru
Lansia paling rentan
FREEPIK Ilustrasi












