TEHERAN, KOMPAS.com - Peneliti keamanan siber mengungkap dugaan adanya operasi terkoordinasi yang dilakukan Iran untuk melacak lokasi personel militer Amerika Serikat (AS) di Timur Tengah melalui sinyal ponsel.

Temuan tersebut didasarkan pada analisis data yang dirilis pada Selasa (14/7/2026), yang menunjukkan adanya lonjakan aktivitas mencurigakan di jaringan telekomunikasi regional saat perang di Iran pecah pada Februari.Menurut laporan New York Times, Mobile Surveillance Monitor, sebuah inisiatif riset yang mempelajari praktik spionase terhadap perangkat seluler, mendeteksi gelombang sinyal yang dikirim melalui sejumlah jaringan telekomunikasi di Timur Tengah pada awal konflik.

Baca juga: Bantu AS Gempur Iran, UEA Dihadiahi Akses Chip AI Canggih

Pendiri lembaga tersebut, Gary Miller, mengatakan bahwa pola aktivitas yang ditemukan mengindikasikan adanya serangan yang terkoordinasi.

Menurut para pakar yang menelaah data tersebut, seperti dilaporkan sebelumnya oleh Financial Times, Iran diduga memanfaatkan sinyal telepon seluler untuk melacak lokasi personel militer AS dan para kontraktor yang bertugas di kawasan Timur Tengah.