TEHERAN, KOMPAS.com - Iran disebut telah meretas jaringan seluler di seluruh Timur Tengah untuk melacak lokasi personel dan kontraktor Amerika Serikat (AS) selama perang.
Laporan yang diterbitkan Financial Times (FT) pada Selasa (14/7/2026) ini mengutip data telekomunikasi dari proyek penelitian Mobile Surveillance Monitor dan orang-orang yang mengetahui masalah tersebut.Para anggota parlemen AS merasa khawatir dengan informasi tersebut.
Menurut laporan tersebut, peretasan ini terjadi beberapa minggu sebelum operasi militer AS-Israel terhadap Iran pada akhir Februari, dan berlanjut setelah Teheran menanggapi dengan serangan rudal dan drone terhadap pangkalan-pangkalan AS di seluruh wilayah tersebut.
Baca juga: Iran Tegaskan Selat Hormuz Tak Akan Bisa Dibuka dengan Agresi AS
Manfaatkan perjanjian roaming











