BATU, KOMPAS.com - Di balik viralnya wisatawan yang rela mengantre sejak dini hari di Punk Potatoes Kota Batu, Jawa Timur, tersimpan kisah seorang anak petani yang memilih kembali ke kampung halaman untuk membangun sesuatu dari tanah kelahirannya.
Alfredo Dhilan tidak pernah membayangkan hidupnya akan berlabuh di dunia kuliner. Ia mengenyam pendidikan teknik, sempat merantau, dan bekerja sesuai bidang yang dipelajarinya.Namun, kerinduan terhadap kota dengan sebutan De Kleine Switzerland perlahan mengubah arah hidupnya.
Alih-alih membangun karier di kota besar, ia memilih meninggalkan zona nyamannya dan pulang kampung. Keputusan tersebut bukan perkara mudah. Ia harus memulai semuanya dari awal di tempat yang telah membesarkannya.
Baca juga: Harum Cuan Daun Mint dari Pekarangan, Kisah Sukses Urban Farming di Pangkalpinang
Sejak kecil, ia akrab dengan kehidupan perkebunan. Kakek, nenek, hingga orang tuanya merupakan petani apel yang menjadi bagian dari sejarah pertanian Kota Batu.







