BEIJING, KOMPAS.com - Teknologi tanpa awak kini muncul sebagai garda terdepan dalam operasi penyelamatan banjir bandang setelah topan dahsyat menghantam wilayah Guangxi Zhuang, China.
Mulai dari drone yang mampu memulihkan jaringan seluler, perahu robot yang menggantikan peran manusia di perairan ekstrem, hingga komunikasi satelit mutakhir, semuanya dikerahkan demi menghubungkan kembali komunitas terpencil yang sempat terputus dari dunia luar.Operasi skala besar ini mencerminkan dinamika baru di China, ketika teknologi yang dulunya identik dengan aplikasi militer atau industri berat, kini dialihkan fungsinya demi misi kemanusiaan dan penanggulangan bencana.
Langkah ini berhasil mengubah sistem otonom menjadi apa yang disebut oleh para ahli industri sebagai "jalur penyelamat udara".
Baca juga: Ratusan Ular Serbu Kota Saat Banjir Menerjang Pusat Penangkaran Reptil
Drone raksasa dikerahkan







