KUNJUNGAN kenegaraan Perdana Menteri India Narendra Modi ke Indonesia, Australia, dan Selandia Baru pada 6 hingga 11 Juli 2026, menandai babak krusial dalam reorientasi geostrategis New Delhi di kawasan Indo-Pasifik.
Perjalanan diplomatik ini tentu bukan kunjungan bilateral rutin, tapi manifestasi konkret dari evolusi doktrin keamanan maritim India.
India tengah bertransisi dari konsep dasar Security and Growth for All in the Region (SAGAR) yang diluncurkan pada tahun 2015, menuju visi yang jauh lebih ekspansif, yaitu Mutual and Holistic Advancement for Security and Growth Across Regions(MAHASAGAR) yang dideklarasikan pada Maret 2025.Jika doktrin SAGAR pada dekade sebelumnya lebih berfokus pada peran India sebagai net security provider tradisional bagi negara-negara kepulauan di Samudra Hindia bagian barat, maka doktrin MAHASAGAR merepresentasikan paradigma global.
Paradigma baru ini mengintegrasikan diplomasi ekonomi, konektivitas teknologi, keamanan siber, dan ketahanan lingkungan di seluruh bentang laut Indo-Pasifik.
Fokus diplomatik New Delhi kini secara sistematis digeser dari belahan barat Samudra Hindia ke arah timur.











