JAKARTA, KOMPAS.com - Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah akhirnya tampil di publik dan buka suara terkait isu yang bergulir dalam tiga hari terakhir ini.
Nama Febrie disorot setelah prajurit TNI ditugaskan untuk berjaga di kediamannya, bersamaan dengan Polri yang menggeledah sebuah restoran, tempat penukaran uang (money changer), dan lokasi lainnya sejak Rabu (8/7/2026).Dalam konferensi pers pada Jumat (10/7/2026), Febrie menyampaikan enam hal berkaitan dengan tugasnya sebagai Jampidsus.
Baca juga: Daftar Nama Bertambah, Jampidsus Sebut Ada 47 Orang yang Didalami Terkait Kasus MBG
"Pertama, kami memastikan bahwa seluruh kegiatan dan tugas yang telah diperintahkan kepada kami dan rekan-rekan semua di Gedung Bundar yang sedang melakukan penyelidikan, penyidikan, penuntutan, maupun tugas-tugas di lapangan dalam mengeksekusi barang-barang bukti ini tetap berjalan," ujar Febrie dalam konferensi pers di Gedung Kejagung, Jakarta, Jumat.
Kedua, Febrie menegaskan komitmen Kejagung dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih, berintegritas, serta memberikan efek jera terhadap pelaku tindak pidana korupsi.













