JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden RI Prabowo Subianto dan Perdana Menteri India Narendra Modi menyepakati kontrak kerja sama pengadaan rudal BrahMos dan misil Astra. Berapa nilai kontraknya?

“Terkait nilai kontrak pengadaan alutsista, kami tidak dapat menyampaikan rinciannya kepada publik,” kata Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan RI, Brigjen Rico Ricardo Sirait, kepada Kompas.com, Rabu (8/7/2026).Baca juga: Prabowo dan Modi Ikat Kesepakatan: Dari Teknologi Nuklir hingga Rudal Brahmos

Rico menepis pemberitaan Reuters pada 9 Maret 2026 yang menyebut nilai pengadaan rudal BrahMos antara 200 juta dolar Amerika Serikat (AS) hingga 350 juta dolar AS atau Rp 3,3 triliun hingga Rp 5,9 triliun.

“Informasi mengenai aspek komersial maupun teknis pengadaan, termasuk nilai kontrak, jumlah unit, dan jadwal pengiriman, penyampaiannya dibatasi dengan mempertimbangkan kepentingan pertahanan negara, keamanan, dan strategi militer,” kata Rico.

Menurut laporan Reuters mendasarkan laporannya pada sumber dari India, dilansir pada Selasa (7/7/2026), nilai pengadan rudal BrahMos di Indonesia berkisar 630 dolar AS.