NUNUKAN, KOMPAS.com – Momentum musim panen raya buah durian di Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, kini bertransformasi menjadi destinasi wisata tahunan yang selalu memikat animo masyarakat di garda depan perbatasan Republik Indonesia (RI)–Malaysia.

Wisatawan berbondong-bondong datang untuk menikmati kelezatan buah durian langsung dari areal perkebunan warga.Terlebih dalam suasana musim liburan anak sekolah saat ini, Pulau Sebatik menjadi magnet tujuan wisata favorit masyarakat. Mereka rela menyeberang lautan menggunakan moda transportasi speed boat ataupun perahu ketinting, dengan tujuan utama menggelar pesta durian bersama sanak keluarga.

Menariknya, tak jarang para petani durian lokal di sana dengan ramah mempersilakan para pengunjung untuk mencicipi dan menikmati buah durian hingga kenyang secara gratis di tempat.

Namun, aturan berbeda berlaku untuk buah durian yang hendak dibawa pulang sebagai oleh-oleh, di mana pelancong diharuskan untuk membayar sesuai timbangan.

Hampir setiap tahun, komoditas buah durian di Pulau Sebatik selalu melimpah ruah. Kondisi ini membuat banyak pengepul durian ikut bergerak berburu pasokan, khususnya untuk varian durian mentega dan durian susu yang sangat diminati untuk dikirim serta dipasarkan ke wilayah Malaysia.